Thursday, August 2, 2012

Kisah Pedagang Kain Sarung dan Baju Koko di Palembang


Kisah Pedagang Kain Sarung dan Baju Koko di Palembang - Kebutuhan umat Islam yang besar terhadap kain sarung dan baju koko di Palembang pada Bulan Ramadan dan juga Lebaran membuat para pedagang kain sarung dan baju koko di Palembang, Sumatera Selatan, mulai bermunculan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam pada Idul Fitri ini.

Selain untuk keperluan Idul Fitri, beberapa pembelu memerlukannya sebagai bingkisan lebaran bagi kerabat atau keluarga yang berada di luar kota. Beberapa pedagang di Palembang, Sabtu, menggelar dagangannya di pojok pusat perbelanjaan, membuka lapak kaki lima di pasar loak Cinde, dan memasang etalase di emperan toko, bahkan ada yang menggelar barang dagangannya di bagasi mobil pribadi.

Salah seorang pedagang kain sarung dan baju koko, Yayan mengatakan, pada bulan suci ini permintaan kain dan baju koko cukup tinggi, mengingat banyak perusahaan atau orang-orang mampu yang memberikan bingkisan untuk panti asuhan. Selain itu, juga ada tradisi masyarakat memberikan hadiah kepada keluarga berupa paket kain sarung, baju koko dan peci untuk keperluan Shalat Tarawih atau Idul Fitri, kata pedagang yang membuka etalase di emperan toko kawasan Kampus Jl Sumpah Pemuda itu.

Kain sarung dijual dengan harga bervariasi, mulai Rp45.000 hingga Rp80.000 per lembar, sedangkan baju koko dijual dengan harga berkisar Rp60.000 hingga Rp135.000 per buah. Sedangkan pedagang yang biasa menggelar lapak di pasar loak Cinde Rudi mengatakan, pada Ramadan 1433 Hijriah ini seperti biasanya dia menjual kain sarung, baju koko, dan peci. Barang dagangan tersebut digelar pada setiap Sabtu dan Minggu saja, mengingat pada hari tersebut pengunjung Pasar Cinde biasanya membludak. [pk/ya]

No comments:

Post a Comment